Mine

Senin, 02 Juli 2012

Hanya Mengingatkanmu, Teman Baikku

Sungguh, kali ini aku tidak hendak mengejek kalian karena berita berakhirnya hubungan kalian. Aku hanya ingin menyapa kalian dan bertanya kenapa hubungan kalian yang selalu terlihat romantis itu bisa berakhir? Bukankah kemarin aku melihat kalian masih bermesraan. Ya, kamu teman baikku, kamu masih bermesraan dengan orang yang pernah aku sayangi itu di depan mataku. Aku tidak akan menertawakan kalian ataupun merasa puas karena mendengar berita ini. Aku hanya merasa lega karena orang yang pernah aku sayangi itu kini telah lepas darimu, setidaknya kamu tidak akan terus menerus membunuhnya secara perlahan. Bukan tanpa alasan aku berbicara seperti ini. Kamu pernah bercerita padaku bahwa bukan dia yang mamahmu anggap pacarmu, tapi orang lain yang sudah beberapa kali mengunjungi rumahmu dan pernah mengajakmu jalan. Mengunjungi rumahmu dan mengajakmu jalan? Ah sudahlah, itu urusanmu. Aku tidak tau mengapa kamu menceritakan semua itu kepadaku. Agar aku memberitahukannya pada pacarmu? Tidak, aku sudah tidak berniat berbicara lagi dengannya. Aku sudah tidak peduli padanya. Dan saat mendengar kabar tentang hubungan kalian ini, aku merasa bahwa kamu memang sudah bosan dengannya. Ups, maaf aku suudzon. Tapi bukankah saat pertama berpacaran dengannya kamupun masih menyimpan rasa pada mantanmu? Hey, ingat aku bukan penguntitmu karena mengetahui banyak hal tentangmu! Aku hanya mendengar semua itu dari teman-teman kita. Sudahlah, sekarang aku ingin mengingatkanmu. “Kalau kau tidak ingin dicubit, jangan mencubit”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senin, 02 Juli 2012

Hanya Mengingatkanmu, Teman Baikku

Sungguh, kali ini aku tidak hendak mengejek kalian karena berita berakhirnya hubungan kalian. Aku hanya ingin menyapa kalian dan bertanya kenapa hubungan kalian yang selalu terlihat romantis itu bisa berakhir? Bukankah kemarin aku melihat kalian masih bermesraan. Ya, kamu teman baikku, kamu masih bermesraan dengan orang yang pernah aku sayangi itu di depan mataku. Aku tidak akan menertawakan kalian ataupun merasa puas karena mendengar berita ini. Aku hanya merasa lega karena orang yang pernah aku sayangi itu kini telah lepas darimu, setidaknya kamu tidak akan terus menerus membunuhnya secara perlahan. Bukan tanpa alasan aku berbicara seperti ini. Kamu pernah bercerita padaku bahwa bukan dia yang mamahmu anggap pacarmu, tapi orang lain yang sudah beberapa kali mengunjungi rumahmu dan pernah mengajakmu jalan. Mengunjungi rumahmu dan mengajakmu jalan? Ah sudahlah, itu urusanmu. Aku tidak tau mengapa kamu menceritakan semua itu kepadaku. Agar aku memberitahukannya pada pacarmu? Tidak, aku sudah tidak berniat berbicara lagi dengannya. Aku sudah tidak peduli padanya. Dan saat mendengar kabar tentang hubungan kalian ini, aku merasa bahwa kamu memang sudah bosan dengannya. Ups, maaf aku suudzon. Tapi bukankah saat pertama berpacaran dengannya kamupun masih menyimpan rasa pada mantanmu? Hey, ingat aku bukan penguntitmu karena mengetahui banyak hal tentangmu! Aku hanya mendengar semua itu dari teman-teman kita. Sudahlah, sekarang aku ingin mengingatkanmu. “Kalau kau tidak ingin dicubit, jangan mencubit”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar