Sungguh, kali ini aku tidak hendak mengejek kalian karena
berita berakhirnya hubungan kalian. Aku hanya ingin menyapa kalian dan bertanya
kenapa hubungan kalian yang selalu terlihat romantis itu bisa berakhir?
Bukankah kemarin aku melihat kalian masih bermesraan. Ya, kamu teman baikku,
kamu masih bermesraan dengan orang yang pernah aku sayangi itu di depan mataku.
Aku tidak akan menertawakan kalian ataupun merasa puas karena mendengar berita
ini. Aku hanya merasa lega karena orang yang pernah aku sayangi itu kini telah
lepas darimu, setidaknya kamu tidak akan terus menerus membunuhnya secara
perlahan. Bukan tanpa alasan aku berbicara seperti ini. Kamu pernah bercerita
padaku bahwa bukan dia yang mamahmu anggap pacarmu, tapi orang lain yang sudah
beberapa kali mengunjungi rumahmu dan pernah mengajakmu jalan. Mengunjungi
rumahmu dan mengajakmu jalan? Ah sudahlah, itu urusanmu. Aku tidak tau mengapa
kamu menceritakan semua itu kepadaku. Agar aku memberitahukannya pada pacarmu?
Tidak, aku sudah tidak berniat berbicara lagi dengannya. Aku sudah tidak peduli
padanya. Dan saat mendengar kabar tentang hubungan kalian ini, aku merasa bahwa
kamu memang sudah bosan dengannya. Ups, maaf aku suudzon. Tapi bukankah saat
pertama berpacaran dengannya kamupun masih menyimpan rasa pada mantanmu? Hey,
ingat aku bukan penguntitmu karena mengetahui banyak hal tentangmu! Aku hanya
mendengar semua itu dari teman-teman kita. Sudahlah, sekarang aku ingin
mengingatkanmu. “Kalau kau tidak ingin dicubit, jangan mencubit”
Mine
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senin, 02 Juli 2012
Hanya Mengingatkanmu, Teman Baikku
Sungguh, kali ini aku tidak hendak mengejek kalian karena
berita berakhirnya hubungan kalian. Aku hanya ingin menyapa kalian dan bertanya
kenapa hubungan kalian yang selalu terlihat romantis itu bisa berakhir?
Bukankah kemarin aku melihat kalian masih bermesraan. Ya, kamu teman baikku,
kamu masih bermesraan dengan orang yang pernah aku sayangi itu di depan mataku.
Aku tidak akan menertawakan kalian ataupun merasa puas karena mendengar berita
ini. Aku hanya merasa lega karena orang yang pernah aku sayangi itu kini telah
lepas darimu, setidaknya kamu tidak akan terus menerus membunuhnya secara
perlahan. Bukan tanpa alasan aku berbicara seperti ini. Kamu pernah bercerita
padaku bahwa bukan dia yang mamahmu anggap pacarmu, tapi orang lain yang sudah
beberapa kali mengunjungi rumahmu dan pernah mengajakmu jalan. Mengunjungi
rumahmu dan mengajakmu jalan? Ah sudahlah, itu urusanmu. Aku tidak tau mengapa
kamu menceritakan semua itu kepadaku. Agar aku memberitahukannya pada pacarmu?
Tidak, aku sudah tidak berniat berbicara lagi dengannya. Aku sudah tidak peduli
padanya. Dan saat mendengar kabar tentang hubungan kalian ini, aku merasa bahwa
kamu memang sudah bosan dengannya. Ups, maaf aku suudzon. Tapi bukankah saat
pertama berpacaran dengannya kamupun masih menyimpan rasa pada mantanmu? Hey,
ingat aku bukan penguntitmu karena mengetahui banyak hal tentangmu! Aku hanya
mendengar semua itu dari teman-teman kita. Sudahlah, sekarang aku ingin
mengingatkanmu. “Kalau kau tidak ingin dicubit, jangan mencubit”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar