Stres kecil,
mungkin itu yang aku alami saat mengetahui nilai hasil belajarku selama 2 tahun
tidak masuk urutan tersebut. Ya Allah, lantas apa yang aku lakukan selama ini
sampai-sampai namaku tidak tertera bahkan di urutan setengahnya. How stupid I
am! Bagaiamana kalau orang tuaku bertanya tentang ini, bagaimana kalau
saudara-saudaraku bertanya, bagaimana kalau teman-teman pesantrenku bertanya,
bagaimana kalau teman-teman SD-ku
bertanya? Ingin ku ulang waktu.
Dan akhirnya
memang semua orang tersebut bertanya dan telah mengira aku pasti masuk urutan
tersebut. Karena apa? Karena aku memang tidak pernah seburuk ini. Kali pertama
aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh. Tidak peduli dengan sekolah. Aku mengecewakan
mereka dan membuat mereka kaget. Rasanya ingin sekali menyalahkan orang-orang
yang telah membuatku tidak fokus belajar seperti ini. Terutama kamu, dan kamu!
Ya kalian, orang yang membuatku setengah gila karena ulah kalian! Cewek
penggoda yang tak berhenti menganggu hidupku dan hidupnya (z). Dan kamu, cowok
over protective! Cowok yang tak pernah menggunakan otaknya.
Tapi aku tak
bisa menyalahkan mereka, terlalu egois. Ini memang salahku, menomor sekiankan
belajar dan sekolah. Yang ada di pikiranku saat itu “Masih ada besok buat
belajar” selalu seperti itu dan seperti itu. Semangat belajarku baru muncul di
tahun terakhir dan memang benar, terlihat ada sedikit kemajuan. Tapi tetap
saja, aku yang sebenarnya belum muncul dan entah kapan aku yang sebenarnya itu
akan muncul. Atau bahkan si Aku itu telah tiada. Selalu berharap hal ini tak
akan terulang kembali dan aku tak akan mendengar lagi kalimat seperti ini dari
Ibuku “Kemana Teteh yang dulu?” Will make u proud of me again mom, I’m promise J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar