Mine

Minggu, 26 Februari 2012

'till we meet again

#Kamu percaya pada hal-hal nonsense? Kamu menanti Hans selama 8 tahun. apakah kamu tidak memikirkan sisi negatif dari penantian panjangmu yang tidak pasti itu? bagaimana jika Hans sudah tidak ingat lagi padamu? bagaimana jika kamu hanya sebagian kecil dari secuil memori yang tergilas oleh pertumbuhannya sebagai seorang laki-laki?


#Tapi, cintamu gambling. cinta yang kau rasakan saat ini layaknya cinta undian, menantikan sesuatu yang tidak pasti, ketika belum tentu kamu jadi pemenang mutlaknya dan pada akhirnya kamu kehilangan cintamu itu jika kamu kalah undian.


#Apa-apaan ini. Dalam waktu dekat, Elena bisa tahu sisi lain Chris. Laki-laki itu tidak hanya murah senyum, dia juga seorang ice breaker yang sangat hangat. Dia rela melepas jaketnya di tengah hujan dingin ini demi Elena.

Jumat, 17 Februari 2012

Kemanakah 'Aku' ?


Stres kecil, mungkin itu yang aku alami saat mengetahui nilai hasil belajarku selama 2 tahun tidak masuk urutan tersebut. Ya Allah, lantas apa yang aku lakukan selama ini sampai-sampai namaku tidak tertera bahkan di urutan setengahnya. How stupid I am! Bagaiamana kalau orang tuaku bertanya tentang ini, bagaimana kalau saudara-saudaraku bertanya, bagaimana kalau teman-teman pesantrenku bertanya, bagaimana kalau teman-teman  SD-ku bertanya? Ingin ku ulang waktu.
Dan akhirnya memang semua orang tersebut bertanya dan telah mengira aku pasti masuk urutan tersebut. Karena apa? Karena aku memang tidak pernah seburuk ini. Kali pertama aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh. Tidak peduli dengan sekolah. Aku mengecewakan mereka dan membuat mereka kaget. Rasanya ingin sekali menyalahkan orang-orang yang telah membuatku tidak fokus belajar seperti ini. Terutama kamu, dan kamu! Ya kalian, orang yang membuatku setengah gila karena ulah kalian! Cewek penggoda yang tak berhenti menganggu hidupku dan hidupnya (z). Dan kamu, cowok over protective! Cowok yang tak pernah menggunakan otaknya.
Tapi aku tak bisa menyalahkan mereka, terlalu egois. Ini memang salahku, menomor sekiankan belajar dan sekolah. Yang ada di pikiranku saat itu “Masih ada besok buat belajar” selalu seperti itu dan seperti itu. Semangat belajarku baru muncul di tahun terakhir dan memang benar, terlihat ada sedikit kemajuan. Tapi tetap saja, aku yang sebenarnya belum muncul dan entah kapan aku yang sebenarnya itu akan muncul. Atau bahkan si Aku itu telah tiada. Selalu berharap hal ini tak akan terulang kembali dan aku tak akan mendengar lagi kalimat seperti ini dari Ibuku “Kemana Teteh yang dulu?” Will make u proud of me again mom, I’m promise J

Minggu, 26 Februari 2012

'till we meet again

#Kamu percaya pada hal-hal nonsense? Kamu menanti Hans selama 8 tahun. apakah kamu tidak memikirkan sisi negatif dari penantian panjangmu yang tidak pasti itu? bagaimana jika Hans sudah tidak ingat lagi padamu? bagaimana jika kamu hanya sebagian kecil dari secuil memori yang tergilas oleh pertumbuhannya sebagai seorang laki-laki?


#Tapi, cintamu gambling. cinta yang kau rasakan saat ini layaknya cinta undian, menantikan sesuatu yang tidak pasti, ketika belum tentu kamu jadi pemenang mutlaknya dan pada akhirnya kamu kehilangan cintamu itu jika kamu kalah undian.


#Apa-apaan ini. Dalam waktu dekat, Elena bisa tahu sisi lain Chris. Laki-laki itu tidak hanya murah senyum, dia juga seorang ice breaker yang sangat hangat. Dia rela melepas jaketnya di tengah hujan dingin ini demi Elena.

Jumat, 17 Februari 2012

Kemanakah 'Aku' ?


Stres kecil, mungkin itu yang aku alami saat mengetahui nilai hasil belajarku selama 2 tahun tidak masuk urutan tersebut. Ya Allah, lantas apa yang aku lakukan selama ini sampai-sampai namaku tidak tertera bahkan di urutan setengahnya. How stupid I am! Bagaiamana kalau orang tuaku bertanya tentang ini, bagaimana kalau saudara-saudaraku bertanya, bagaimana kalau teman-teman pesantrenku bertanya, bagaimana kalau teman-teman  SD-ku bertanya? Ingin ku ulang waktu.
Dan akhirnya memang semua orang tersebut bertanya dan telah mengira aku pasti masuk urutan tersebut. Karena apa? Karena aku memang tidak pernah seburuk ini. Kali pertama aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh. Tidak peduli dengan sekolah. Aku mengecewakan mereka dan membuat mereka kaget. Rasanya ingin sekali menyalahkan orang-orang yang telah membuatku tidak fokus belajar seperti ini. Terutama kamu, dan kamu! Ya kalian, orang yang membuatku setengah gila karena ulah kalian! Cewek penggoda yang tak berhenti menganggu hidupku dan hidupnya (z). Dan kamu, cowok over protective! Cowok yang tak pernah menggunakan otaknya.
Tapi aku tak bisa menyalahkan mereka, terlalu egois. Ini memang salahku, menomor sekiankan belajar dan sekolah. Yang ada di pikiranku saat itu “Masih ada besok buat belajar” selalu seperti itu dan seperti itu. Semangat belajarku baru muncul di tahun terakhir dan memang benar, terlihat ada sedikit kemajuan. Tapi tetap saja, aku yang sebenarnya belum muncul dan entah kapan aku yang sebenarnya itu akan muncul. Atau bahkan si Aku itu telah tiada. Selalu berharap hal ini tak akan terulang kembali dan aku tak akan mendengar lagi kalimat seperti ini dari Ibuku “Kemana Teteh yang dulu?” Will make u proud of me again mom, I’m promise J